Wangsa Politik di Pilkada 2020 Dikenal Meningkat, 67 Menang

Wangsa Politik di Pilkada 2020 Dikenal Meningkat, 67 Menang

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Sebuah riset yang dilakukan Kandidat Doktor Ilmu Politik Universitas Northwestern, Amerika Serikat Yoes C. Kenawas menyatakan fenomena  dinasti politik menyusun tajam di Pilkada 2020 dibanding 2015 lalu.

Pada 2015 lalu, Yoes mengatakan hanya ada 52 peserta pilkada yang mempunyai kekerabatan dengan pejabat. Di Pilkada 2020, ada 158 calon dengan memiliki hubungan dengan elite politik.

“Ini tentu merusuhkan bagi demokrasi Indonesia, karena ada peningkatan yang sangat drastis lantaran Pilkada 2015 ke 2020. Penambahan lebih sedikit dari 300 tip atau tiga kali lipat lah penambahannya, ” kata Yoes pada acara yang disiarkan secara daring, Rabu (16/12).


Dari 158 calon dengan ikut pilkada, kata Yoes, sebanyak 67 di antaranya berpotensi lulus. Menurutnya, hal itu membuat buruk tatanan demokrasi Indonesia.

Yoes mengatakan hal itu membuktikan bahwa jalur penjaringan untuk jadi pemimpin politik di Indonesia makin menyempit dan terbatas hanya untuk orang-orang dengan latar belakang terbatas.

Pihak yang menyesatkan diuntungkan adalah mereka yang memiliki pertalian darah dengan elite.

“Maka banyak pendapat bahwa akan banyak potensi penyalahgunaan tanduk dan conflict of interest , ” kata dia.

Yoes pun menilai pemilihan kandidat paslon yang diusung dari kerabat pejabat serupa membawa keuntungan bagi partai kebijakan yang menyokong mereka.

“Karena partai politik membutuhkan wangsa politik juga untuk pembiayaan operasional partai. Nanti pada Pileg hendak ada masa dimana mereka menyandarkan dinasti politik karena mereka benar sebagai pengumpul suara yang tumbuh, ” ungkapnya.

Kaum pejabat yang maju di Pilkada 2020 menjadi sorotan publik. Ada nama-nama besar di balik mereka.

Sebut saja Gibran Rakabuming, calon wali kota Tunggal yang merupakan putra sulung Kepala Jokowi. Kemudian Bobby Nasution, calon wali kota Medan yang pula menantu Presiden Jokowi.

Kemudian ponakan dari Prabowo Subianto, yakni Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengikuti putri Wapres Ma’ruf Amin Siti Nur Azizah yang menjadi pengikut Pilkada Tangerang Selatan.

(khr/bmw)

[Gambas:Video CNN]