komisi-ix-kecewa-menkes-dan-kepala-bpom-mangkir-rapat-di-dpr-1

Tip IX Kecewa Menkes serta Kepala BPOM Mangkir Rapat di DPR

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menyayangkan ketidakhadiran  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan digelar keadaan ini, Kamis (20/5) memukul 13. 00 WIB.

Sesuai agenda RDP tersebut meminta kehadiran arsitek dari Kementerian Kesehatan, BPOM, PT Bio Farma (Persero), dan Komisi Nasional Peristiwa Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI).

“Menteri Kesehatan tidak dapat mendatangi rapat tersebut karena bertepatan dengan pembahasan program kerja dan anggaran Kemenkes 2022 yang bertempat di luar kota beserta jajaran Kemenkes, ” kata Felly membacakan surat dari Kemenkes dalam agenda RDP yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube DPR RI, Kamis (20/5).


Dalam surat itu disebutkan bahwa Menkes Budi pada rapat kali ini diwakilkan Kepala Badan Penelitian & Pengembangan Kesehatan Kemenkes Slamet.

Sementara Kepala BPOM Penny  diwakili Utusan Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Reri Indriani.

“Dari BPOM,   kami juga dikirim satu tulisan permohonan izin berhalangan tampil RDP karena menghadiri pertemuan di luar kota dan stakeholder yang tidak sanggup diwakilkan, ” imbuhnya.

Felly lantas mengatakan sudah selayaknya kedua pentolan itu menghadiri RDP yang akan mempercakapkan dan fokus soal kinerja di kementerian dan institusi tersebut. Ia mengatakan di agenda hari ini ada tiga fokus yang akan dibahas dan dikaji beserta.

Pertama soal perkembangan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 termasuk strategi pemerintah untuk ketersediaan Vaksin Covid-19. Kedua, keamanan dan efektifitas vaksin covid-19 yang digunakan dalam program vaksinasi. Ketiga, penanganan KIPI.

Buat itu, Felly meminta supaya kejadian serupa diharapkan tidak terjadi lagi dalam periode yang akan datang.

“Rapat berikutnya tentu beda, kami meminta bungkus Menteri sendiri yang ada. Jangan kebiasaan seperti itu terulang lagi, sudah kaum kali, ” ujarnya.

Anggota Komisi IX DPR MENODAI dari Fraksi Partai Golkar Dewi Asmara pun menghargai ketidakhadiran Menkes Budi merupakan hal yang patut disayangkan, sebab dalam agenda kali ini juga akan mengenai penanganan Covid-19 pascamudik lebaran.

“Ini saya rasa ada sesuatu dengan agak kurang lazim, & mohon maaf secara etika rasa-rasanya kok ya untuk keperluan internal tidak memenuhi panggilan yang ada dalam Komisi. Padahal kalau membahas anggaran siklus itu harusnya masih bulan Juli, ” kata Dewi.

Adapun  atas ketidakhadiran Tabiat dan Penny, beberapa anggota Komisi IX mengusulkan agar rapat ditunda. Namun dengan berbagai pertimbangan, rapat dilanjutkan untuk mendengar pemaparan lantaran Bio Farma dan Komnas KIPI.

“Dengan disampaikannya anggota yang tampil secara fisik maupun maya, saya mohon maaf buat Kemenkes dan BPOM barang apa yang diminta untuk arahan dan anggota kami hanya bisa melanjutkan rapat dengan mendengar dari undangan lain yang hadir dari Bio Farma dan Komnas KIPI, ” pungkas Felly.

(khr/psp)

[Gambas:Video CNN]