sepak-terjang-pelaku-bom-katedral-warga-makassar-baiat-isis-1

Sepak Terjang Pelaku Bom Katedral: Masyarakat Makassar Baiat ISIS

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Nusantara —

Polri berhasil mengidentifikasi pelaku  bom bunuh diri pada depan Gereja Katedral, Makassar , Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan para karakter diduga merupakan bagian lantaran kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina, ” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat mendekati tempat kejadian perkara (TKP) tadi malam.


JAD sendiri merupakan kelompok teroris yang berafiliasi langsung (baiat) dengan ISIS. Mereka turut terlibat di dalam sejumlah aksi teror beberapa tahun terakhir, seperti bom di Surabaya pada 2018 dan penusukan Menteri Pemimpin Politik Hukum dan Kebahagiaan (Menkopolhukam) kala itu, Wiranto.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol E.   Zulfan mengatakan laki-laki yang merupakan pelaku pengeboman Katedral itu merupakan warga dengan sehari-hari tinggal di daerah Makassar.

“Pelaku sudah kami identifikasi kemarin. Yang bersangkutan ini benar warga dari Sulawesi Daksina, Makassar, ” kata Zulfan.

Namun demikian, polisi masih melakukan pendalaman terkait secara kehidupan sehari-hari para karakter di wilayah Makassar, termasuk pekerjaan yang dilakukan. Belum diketahui secara pasti juga mengenai hubungan antara pelaku laki-laki dan perempuan yang meledakkan diri di pendahuluan gereja tersebut.

“(Pekerjaan sehari-hari) masih awak lakukan pendalaman, ” tambahan dia.

Zulfan hanya memastikan bahwa para-para pelaku terlibat dalam insiden pengeboman di sebuah gereja di Jolo, Filipina. Diketahui, aksi bom bunuh diri itu terjadi di Gereja Katedral Our Lady of Mount Carmel di Jolo, Sulu, pada 27 Januari 2019.

Analisis kepolisian Filipina menginformasikan ada dua ledakan sejenis dengan terjadi pada 27 Januari lalu. Insiden tersebut membunuh 23 orang yang mayoritas adalah jemaat gereja, beserta melukai 102 orang yang lain.

Pada awal Januari 2021 lalu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah melakukan serangkaian penangkapan terduga teroris di wilayah Makassar. Dalam penangkapan itu penjaga menembak mati dua orang teroris yang menjadi penyedia buron Andi Baso –pengebom Gereja Oikumene, Samarinda beberapa tahun lalu dan peledak Jolo.

(mjo/pmg)

[Gambas:Video CNN]