rumah-sakit-jepang-kewalahan-hadapi-gelombang-empat-covid-1

Rumah Sakit Jepang Kewalahan Hadapi Gelombang Empat Covid

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Nusantara —

Sebanyak rumah sakit di tanah air kedua terbesar Jepang , Osaka, kehabisan tempat rebah dan ventilator lantaran gelombang keempat Covid-19   menghantam negara itu.

Direktur RS Universitas Kindai, Osaka, Yuji Tohda, mengatakan bahwa pihaknya kewalahan menghadapi lonjakan pasien Covid-19 dua bulan menjelang pertunjukan Olimpiade.

“Sederhananya, ini adalah sistem medis yang kolaps. Varian Inggris yang menular dan kesadaran yang menurun menyebabkan ledakan pasien (Covid-19) ini, ” ujar Yuji kepada Reuters .


Osaka memang sedang berkecukupan dalam gelombang keempat pandemi. Tercatat, Osaka menyumbang sepertiga dari jumlah keseluruhan nilai kematian akibat Covid-19 pada Jepang.

Tenggat Kamis lalu, 96 obat jerih dari 348 tempat tidur di RS di Osaka telah digunakan untuk anak obat Covid-19.

Seorang pemasok obat menceritakan pada Direktur RS Universitas Medis dan Farmasi Osaka (OMPUH), Toshiaki Miami, bahwa simpanan propofol, obat yang digunakan untuk menenangkan pasien dengan diintubasi, semakin sedikit.

Selain itu, RS Tohda juga kekurangan ventilator untuk merawat pasien Covid-19 yang masuk kategori parah.

Sementara itu, para staf medis yang merawat pasien kritis pula berisiko tertular dan berpengaruh serius, kata kepala departemen perawat di OMPUH, Satsuki Nakayama.

Saat ini, sekira 500 dokter dan 895 perawat berfungsi di OMPUH. Satsuki mengatakan bahwa mereka butuh personel tambahan untuk membantu awak medis yang mulai kewalahan.

“Ada kira-kira staf di unit pembelaan intensif (ICU) yang mengucapkan mereka sudah kewalahan. Beta pikir perlu ada pergantian personel untuk mengikutsertakan karakter dari bagian lain dalam rumah sakit, ” ucapSatsuki.

RS itu sendiri memiliki 832 wadah tidur. Sebanyak 10 dari 16 ICU digunakan untuk pasien Covid-19. Sekitar 20 dari 140 pasien dengan kategori parah yang dibawa ke rumah sakit, meninggal di ICU.

Karena kekurangan tempat di rumah sakit ini, hanya 14 persen dari 13. 770 pasien Covid-19 pada Osaka yang dirawat di RS. Sebagian keluar sejak RS dan berjuang tunggal.

Jepang, khususnya Osaka, sebenarnya termasuk negeri yang aman dari lonjakan Covid-19 ketimbang daerah asing.

Namun, Osaka baru-baru ini dihantam gelombang keempatCovid-19 dengan laporan 3. 849 kasus dalam seminggu hingga Kamis (20/5). Total itu naik lima kala lipat dalam periode yang sama pada tiga bulan semrawut.

Ketua serikat pegawai pemerintah daerah, Yasunori Komatsu, mengatakan bahwa lonjakan kasus yang terjadi dalam Osaka merupakan kondisi mengerikan bagi petugas di medis. Sebab, mereka menjadi makelar antara masyarakat dan tradisi medis.

“Beberapa dari mereka bekerja lembur hingga 100, 150, 200 jam, dan telah berlangsung selama setahun. Ketika bekerja, mereka kadang pulang jam 1 atau 2 dini hari untuk tidur, lalu ditelepon pada pukul tiga ataupun empat, ” katanya.

Para tengaga medis pun mendesak agar penyelenggaraan Olimpiade Tokyo pada 23 Juli-8 Agustus mendatang dibatalkan.

“Olimpiade harus dihentikan karena kita batal untuk menghentikan laju penularan baru dari varian Inggris, dan selanjutnya mungkin masuk varian India, ” cakap kepala pengobatan darurat di OMPUH, Akira Takasu.

“Di Olimpiade, 70 ribu atau 80 ribu atlet dan orang-orang bakal datang ke negara tersebut dari seluruh dunia. Itu mungkin menjadi pemicu petaka lain di musim panas. ”

[Gambas:Video CNN]

Kehadiran varian Covid-19 baru memang menjadi kendala tersisih bagi petugas medis. Penasihat RS Universitas Medis & Farmasi Osaka, Toshiaki Miami mengatakan bahwa varian-varian baru Covid dapat menyerang anak muda dengan lebih segera.

“Saya membenarkan hingga sekarang banyak anak-anak muda berpikir bahwa itu tak akan terinfeksi. Tetapi, tak boleh ada lagi pemikiran itu sekarang. Seluruh orang memiliki risiko yang sama, ” katanya.

Hingga kini, menurut masukan John Hopkins University, kasus Covid di Jepang mencapai 716 ribu dengan nilai kematian 12. 203.

(isa/has)