potret-pengangguran-dan-kemiskinan-era-sby-1

Potret Pengangguran dan Kemiskinan Kurun SBY

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) mengklaim  pengangguran dan  kemiskinan berkurang secara drastis dalam masa akhir kepemimpinannya  jadi orang nomor satu dalam Indonesia. Ia mengatakan kemerosotan itu efek dari kebijakan-kebijakan ekonomi yang diterapkan selama menjabat.

“Alhamdulillah  sejarah membuktikan kalau dulu setelah selesai memimpin, pengangguran kita drop, kemiskinan kita drop segera signifikan dan pertumbuhan meningkat dengan molek, ” ucap SBY masa sidang promosi doktor bujang keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono yang berkuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis (10/6).

Lantas, apakah betul angka pengangguran dan kemiskinan selama kepemimpinan SBY turun drastis? Untuk mengetahui hal tersebut, CNNIndonesia. com merangkum data total pengangguran dan kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS)selama kepemimpinan SBY selama dua periode yakni sejak 2004 hingga 2014 lalu.


Pengangguran

BPS mencatat angka pengangguran selama kepemimpinan SBY berada pada rentang 7, 14 juta orang hingga 11, 89 juta orang. Tren pengangguran selama masa kepemimpinan SBY memang turun, namun sedang dalam kisaran angka itu.

Pada mula kepemimpinannya, angka pengangguran sebanyak 10, 25 juta orang di 2014. Setelah 2004, BPS merilis angka pengangguran sebanyak dua kali di dalam setahun.

Di Februari 2005 jumlah pengangguran bertambah menjadi 10, 85 juta orang dan 11, 89 juta orang dalam November 2005. Ini adalah angka pengangguran tertinggi dalam masa kepemimpinan SBY.

Pada 2006, total pengangguran mencapai 11, 10 juta orang di Februari dan 10, 93 juta orang di Agustus. Jumlah pengangguran belum banyak berganti di 2007, yakni 11, 10 juta orang di Februari dan 10, 93 juta orang di Agustus 2007.

Pada 2008, total pengangguran bisa ditekan dalam bawah 10 juta. Detailnya, 9, 42 juta orang pada Februari 2008 & 9, 39 juta karakter di Agustus 2008.

Jumlah pengangguran pada periode kedua kepemimpinan SBY lebih baik, yakni mampu dipertahankan di bawah 10 juta orang.

Detailnya, 9, 25 juta orang di Februari 2009 dan 8, 96 juta orang pada Agustus 2009. Pada 2010, angkanya tidak banyak berubah yakni 8, 59 juta orang dalam Februari dan 8, 31 juta orang di Agustus 2010.

Selanjutnya, jumlah pengangguran pada Februari 2011 sebesar 8, 37 juta karakter dan pada Agustus 2011 sebanyak 8, 68 juta orang.

Memasuki 2012, jumlah pengangguran mampu ditekan menjadi 7 jutaan orang. Rinciannya, 7, 75 juta orang di Februari 2012 dan 7, 34 juta orang di Agustus 2012. Kemudian, 7, 24 juta orang pada Februari 2013 dan 7, 41 juta orang pada Agustus 2013.

Dalam akhir kepemimpinan SBY, total pengangguran mencapai level terendah yakni 7, 14 juta orang pada 2014. Namun, bertambah menjadi 7, 24 juta orang di Agustus 2014.

Apabila dibandingkan kurun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), angka pengangguran semasa periode kepemimpinan Jokowi beruang di kisaran 7 jutaan orang setiap tahunnya. Secara demikian, jumlah pengangguran era kepemimpinan Jokowi lebih hina dibandingkan era SBY.

Jumlah pengangguran kala pemerintahan Jokowi mencapai lapisan terendah pada Februari 2019 yakni 6, 89 juta orang. Namun setelah itu naik menjadi 7, 1 juta orang di Agustus 2019 dan tembus 9, 76 juta orang pada Agustus 2020.

Kenaikan jumlah pengangguran tersebut disebabkan pandemi covid-19 yang menekan banyak sektor sehingga perusahaan terpaksa memangkas jumlah pekerja. Namun, data BPS terakhir mengungkapkan jumlah pengangguran berkurang menjadi 8, 74 juta orang pada Februari 2021 lalu.

Kemiskinan Kurun SBY

MENGAJI HALAMAN BERIKUTNYA