Pilkades di Yogya akan Pakai E-Voting, Lansia Kebingungan

Pilkades di Yogya akan Pakai E-Voting, Lansia Kebingungan

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Yogyakarta, CNN Indonesia —

Negeri Kabupaten  Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menerapkan sistem pemungutan perkataan elektronik ( e-voting ) dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Desa ( Pilkades ) serentak pada 20 Desember 2020 mendatang.

Besar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan (PMK) Sleman, Budiharjo mengatakan Pilkades serentak tahun 2020 ini mau diikuti 49 desa dari 17 kecamatan di Sleman, dengan anggaran sekitar Rp 14 Miliar.

Ada 1. 102 TPS dengan jumlah 444. 841 pemilih di Sleman, serta 157 bahan lurah yang akan bertarung merebut suara masyarakat. Sebanyak 1. 212 set alat e-voting, 50 Tim Teknis Utama (TTS), dan satu. 220 orang Tim Teknis Lapangan (TTL) telah disertifikasi.


Meski pilkades bakal digelar pertama kali dengan sistem e-voting, namun Budi mengklaim kerahasiaan dan keamanan data pemilih pasti terjaga.

“Sistemnya telah dibuat sedemikian rupa sehingga tidak terdeteksi siapa yang memilih, tanda barapa, dan urutan ke berapa semua tidak ada, ” ungkap Budi jelang pembekalan calon kades di Gedung Serbaguna Pemkab Sleman, Rabu (16/12).

Namun, sejumlah kalangan lansia yang mempunyai hak suara di Sleman mengaku masih bingung dengan penerapan e-voting yang nanti akan dipakai di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Warga Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, Adi salah satunya. Tempat mengaku belum paham cara memakai alat untuk memilih calon besar desanya.

“Sudah sudah ada sosialisasi di kelurahan bahwa besok tidak menggunakan kertas, akan tetapi saya tetap bingung, ” sirih kakek 70 tahun ini.

Sementara awak Sumberadi lainnya, Budi mengaku sesuai sekali belum pernah mendapatkan sosialisasi terkait rencana penggunaan e-voting pada Pilkades mendatang.

“Saya malah belum tahu, ” ucapnya.

Namun demikian, Sifat menyatakan akan tetap menggunakan hak pilihnya pada 20 Desember mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Jogoboyo atau Kepala Seksi Pemerintahan Desa Sumberadi, Rusbandi mengklaim bahwa pihaknya telah berkali-kali melakukan sosialisasi, baik kepada para petugas maupun pemilih sejak sebelum pandemi.

“Setiap mengadakan sosialisasi, ana mengundang 10 orang petugas sebab tiap-tiap dusun. Kemudian juga tersedia sosialisasi susulan kepada 10 agen orang awam yang dipilih sebab masing-masing Kepala Dusun, ” paparnya.

Pada H-1 menghadap pemungutan suara, pihaknya juga akan menggelar simulasi pemungutan suara dengan e-voting, khususnya bagi para aparat KPPS.

(sut/bmw)

[Gambas:Video CNN]