Pemkot Tangerang Siapkan 160 Kamar Hotel untuk Isolasi OTG

Pemkot Tangerang Siapkan 160 Kamar Hotel untuk Isolasi OTG

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah Kota Tangerang telah merancang satu hotel untuk isolasi sendiri bagi warganya yang terjangkit virus corona atau Covid-19 tetapi tidak memiliki fasilitas untuk melakukan isolasi mandiri.

Hotel isolasi mandiri tersebut yakni Hotel Kyriad di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten. Hotel yang baru saja dibuka itu memiliki kapasitas tampung 160 pasien tanpa gejala (OTG) dengan tidak perlu dirawat, tetapi perlu melakukan karantina.

Sebesar 16 tenaga kesehatan sudah disiapkan Pemerintah Kota Tangerang untuk bekerja di hotel isolasi mandiri tersebut.


“Kota Tangerang, Banten, merupakan salah satu zona merah Covid-19, ” ujar Ketua Satgas Nasional Penanganan Covid-19 ( #SatgasCovid19 ) Doni Monardo, Selasa (6/10).

Hingga saat ini, mutlak terdapat 6. 129 kasus tentu Covid-19 di Banten, yang sebagian besarnya disumbang oleh Tangerang. Daripada seluruh kasus tersebut sebanyak 4. 382 di antaranya atau 71, 5 persen telah sembuh ataupun dinyatakan negatif dari Covid-19.

Daerah Prioritas

Provinsi Banten menjadi salah satu dari 10 daerah yang menjadi prioritas pemerintah pada penangan Covid-19. Sembilan provinsi yang lain yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Papua, dan Bali.

Menurut data Satgas Covid-19, kejadian tertinggi Provinsi Banten berasal lantaran Kota Tangerang, Tangerang Selatan, serta Kabupaten Tangerang.

“Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang berkontribusi hingga 75 upah dari seluruh kasus yang berkecukupan di provinsi Banten, ” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Peristiwa itu membuat Banten menjadi salah satu perhatian Satgas Penanganan Covid-19, karena provinsi ini menjadi arah dari aglomerasi Jabodetabek.

Apabila daerah-daerah aglomerasi ini dikendalikan dengan baik, maka kontribusi kemerosotan kasusnya akan berdampak besar terhadap kasus nasional.

Wiku menegaskan pembatasan mobilitas sangat istimewa dalam pengendalian Covid-19.

Mobilitas penduduk yang masih termasuk tinggi serta masih banyaknya asosiasi yang belum menjalankan protokol kesehatan tubuh, dapat menjadi alasan peningkatan peristiwa.

Untuk itu, protokol kesehatan menjadi poin yang betul penting dalam mengendalikan Covid-19. Penerapan protokol kesehatan dapat dimulai dari tingkat terkecil dengan #pakaimasker , #jagajarak , & #cucitangan.

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan kelanjutan pandemi, Satgas Penanganan Covid-19 jadi memberikan bantuan masker bagi klub, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat dengan memberikan bahan agar masyarakat mampu membuat masker sendiri.

(agi/fef)

[Gambas:Video CNN]