Pemerintah Siapkan Perpres Khusus untuk Tekan Angka Stunting

Pemerintah Siapkan Perpres Khusus untuk Tekan Angka Stunting

Jakarta, CNN Indonesia —

Negeri tengah menyiapkan rancangan Peraturan Kepala untuk menurunkan angka stunting . Berpijak data Dirjen Kesehatan Masyarakat dalam situs Kementerian Kesehatan, angka stunting pada balita saat ini mencapai 27, 7 persen.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Klub dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Subandi Sardjoko mengatakan berbagai strategi percepatan penurunan stunting telah disiapkan pada RPJMN 2020 dan RKP 2020-2021. Program ini kata dia, masuk dalam proyek prioritas nasional.

“Sudah ada Stranas (strategi nasional) percepatan penurunan stunting, akan tetapi itu tidak cukup kuat buat jadi pegangan bagi daerah. Sebab karenanya, kami sedang finalisasi percepatan penurunan stunting melalui rancangan Perpres penurunan stunting, ” tutur Subandi melalui keterangan tertulis, Jumat (11/9).



Rancangan Perpres mengenai kemerosotan stunting tersebut menurut Subandi, mencakup konvergensi penanganan di tingkat induk, provinsi, hingga desa. Perpres tersebut nantinya mengkoordinasikan pelbagai sumber gaya sehingga intervensi penurunan stunting sungguh-sungguh sampai ke masyarakat.

Ia menambahkan, beberapa hal lain yang perlu didorong di antaranya sistem monitoring evaluasi anggaran agar tepat sasaran, pembangunan dashboard untuk mengamati capaian penurunan angka stunting di masing-masing daerah, serta janji serius dari pejabat daerah, indah gubernur, bupati ataupun walikota.

“Data yang akurat selalu penting untuk melihat apakah intervensi berhasil, pemanfaatan dana desa, mas insentif bagi daerah yang telah baik dalam penanganan stunting, serta keterlibatan semua pihak termasuk swasta dan NGO, ” tambah dia lagi.

Adapun terpaut penurunan stunting ini pemerintah pun telah membentuk tim percepatan. Wakil Presiden Ma’ruf Amin bertindak selaku Ketua Pengarah dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kultur (Menko PMK) Muhadjir Effendy jadi Wakil Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting.

Dengan tim pelaksana terdiri atas Menteri PPN/Kepala Bappenas dan anggota para menteri/kepala lembaga dari 22 kementerian/lembaga yang dibantu oleh tim dengan terdiri dari para pejabat arahan tinggi madya dan pratama.

Foto: Hafshah Fakhrin
Infografis Mengatasi Kebiasaan jajan anak. (CNN Indonesia/Hafshah Fakhrin)

Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan, perlu langkah strategis & terobosan seluruh pemangku kepentingan untuk menekan angka stunting di Indonesia yang masih tergolong tinggi. Bila bertekad mencapai angka stunting pada kisaran 14 persen, sesuai tumpuan Presiden Joko Widodo, maka upaya penurunan perlu digenjot.

“Kalau kita lihat angka kelahiran kita sekitar 4, 8 juta per tahun, berarti paling tak per tahunnya angka stunting kita harus di bawah 680 seperseribu sekian, ” kata Muhadjir mencuaikan siaran pers yang diterima CNNIndonesia. com , Jumat (11/9).

“Kalau nilai stuntingnya per tahun sudah di atas 680 ribu, kita tak bisa mencapai target yang telah ditetapkan oleh presiden, ” sekapur dia.

Berdasar hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) per 2019, angka prevalensi stunting memang telah menurun. Lantaran yang semula 30, 8 obat jerih per 2018 (Riskesdas 2018) menjadi 27, 67 persen per 2019.

Tersebut berarti, angka stunting turun kira-kira 3, 13% dalam setahun. Sekalipun begitu, Muhadjir menekankan angka itu harus terus mengalami penurunan.

Apalagi mengingat jumlah kemunculan masih tergolong tinggi. Karena tersebut gizi ibu hamil dan menyusui pun harus benar-benar diperhatikan supaya tak menyumbang anak stunting.

Stunting atau kekerdilan adalah kondisi terkait dengan kekurangan gizi kronis pada masa awal pertumbuhan. Efek lanjutannya, anak akan memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, sistem kekebalan tubuh atau imunitas invalid sehingga gampang sakit, dan berisiko terkena diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker saat dewasa.

(tst/NMA)

[Gambas:Video CNN]