Ojol Minta Tak Dilarang Saat PSBB Total Jakarta 14 September

Ojol Minta Tak Dilarang Saat PSBB Total Jakarta 14 September

Jakarta, CNN Indonesia —

Asosiasi ojek online ( ojol Garda Nusantara meminta operasional ojol tak dilarang saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan   memberlakukan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) total mulai 14 September.

Salah utama hal yang dikhawatirkan Garda yaitu pendapatan pengemudi ojol bakal balik anjlok  karena PSBB, seperti di masa pertama kali diberlakukan di dalam April.

“Ya bisa 70-80 persen sedang pendapatan pengemudi itu turunnya laksana PSBB awal, ” kata Kepala Presidium Nasional Garda Indonesia Igun Wicaksono saat dihubungi, Kamis (10/9).



Anies telah mengumumkan PSBB total akan diberlakukan seperti yang diterapkan di dalam masa awal pandemi. Kebijakan ini diambil sebab angka masyarakat dengan terpapar virus corona (Covid-19) di Jakarta terus naik dan dikhawatirkan lonjakan lanjutan tak tertampung pada rumah sakit yang kapasitasnya susunan 20-an persen.

Mengacu ketentuan PSBB pada April, Negeri Provinsi DKI Jakarta meminta Gojek dan Grab menutup layanan ojol antar penumpang, sementara jasa antar kirim barang dan makanan tetap dibuka.

Lalu pada masa PSBB transisi pada 5 Juni – 9 September, ojol antar penumpang diizinkan kembali mematok sekarang.

Belum ada keterangan resmi dari Anies terpaut operasional ojol pada PSBB mutlak. Namun menimang rencana pembatasan cerai-berai lintas, pengetatan pergerakan transportasi umum, dan pencabutan ganjil-genap, ojol bisa jadi dibekukan sementara.

“Pastinya apabila PSBB kedua diterapkan dan tidak boleh membawa pengikut ya penghasilan anjlok lagi, ” ucap Igun.

Anies juga bakal membatasi tempat hiburan, rekreasi, restoran, perkantoran, tempat ibadah, dan banyak kegiatan usaha non-esensial. Meski begitu 11 bidang usaha seperti kesehatan, makanan, komunikasi, keuangan, dan logistik tentu bisa beraktivitas namun minimal.

Igun mengatakan permintaan pihaknya ojol tetap diizinkan mengantar pengikut, sebab layanan ini dirasa mampu dimanfaatkan masyarakat yang tetap harus bekerja di luar rumah zaman PSBB total tahap dua.

“Artinya yang keluar sendi itu tetap ada dan kemaluan transportasi. Misal pekerja medis dan lainnya, ” kata Igun.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]