pemerintah-rogoh-rp67-t-lebih-per-tahun-agar-pln-tak-tekor-1

Negeri Rogoh Rp67 T Lebih per Tahun Agar PLN Tak Tekor

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Direktur Pokok PT PLN   (Persero) Zulkifli Zaini  mengatakan pemerintah menggelontorkan bertambah dari Rp67 triliun per tahun untuk menambal kecelakaan atas mahalnya biaya pohon penyediaan (BPP) listrik .

Anggaran tersebut berupa subsidi sebesar Rp50 triliun-Rp60 triliun per tahun dan kompensasi listrik kira-kira Rp17 triliun per tarikh karena tarif listrik tidak naik sejak Januari 2017.

Tanpa sumbangan dan kompensasi tersebut, patuh Zulkifli, PLN otomatis mau tekor  mengingat BPP elektrik lebih besar ketimbang nilai jual ke pelanggan.


“Listrik PLN saat itu itu sebetulnya di bawah harga keekonomian, di lembah harga BPP. Kami kudu berterima kasih pada negeri melalui APBN memberikan sumbangan listrik sebesar Rp50 triliun-Rp60 triliun per tahun tersebut belum termasuk kompensasi karena automatic bayaran adjustment yang belum diberlakukan sejak satu Januari 2017 yang jumlahnya sekitar Rp17 triliun, ” ujarnya.

Zulkifli menyebut, misalnya, harga keekonomian tarif listrik dari seluruh jenis pembangkit di Indonesia seharusnya di kisaran Rp1. 400 per kWh. Tetapi nyatanya, listrik tersebut dijual ke pelanggan dengan nilai rata-rata Rp1. 100 bohlam kWh

“BPP PLN itu kalau di- mixed itu sekitar Rp1. 400 per kWh sementara nilai jual PLN itu hanya sekitar Rp1. 100 per kWh. Kok bisa biayanya Rp1. 400 dijual Rp1. 100 per kWh? Kelainan itu lah yang ditutup oleh subsidi maupun kompensasi yang berasal dari pemerintah, ” imbuhnya.

Dengan sumbangan dan kompensasi listrik tersebut, lanjut Zulkifli, PLN mampu terus melakukan transformasi menuju energi bersih dengan membentuk pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) walaupun harga listriknya lebih mahal.

Ia mempertontonkan pembangkit listrik tenaga kotor (PLTSA) di Benowo, Surabaya, yang baru-baru ini diresmikan. Jika dilihat skala keekonomian, harga listrik pembangkit tersebut sebetulnya lebih mahal ketimbang PLTU Batu Bara.

Namun, karena harga listrik seluruh PLTU  dibaur   dengan formula tertentu menjadi mulia harga, listrik batu panas yang lebih murah dapat mengkompensasi pembelian listrik PLTSA tersebut.

“PLTSA Benowo ini yang harus kami bayar sekitar Rp1. 900 per kWh. Akan tetapi ini kan di-mixed secara PLT Batu Bara yang hanya di sekitaran Rp500/Rp600, ya, pembangkit PLTA & lain-lain juga. Jadi jika tadi PLTSA 13 koma sekian sen dolar, pembangkit lain kan hanya 6 sen, 7 sen jadi PLN masih bisa mematuhi tugas menerangi Indonesia tak hanya dengan pembangkit sampah, ” pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(sfr/sfr)