Mengenal 3 Vaksin Covid-19 China yang Akan Dipakai RI

Mengenal 3 Vaksin Covid-19 China yang Akan Dipakai RI

Jakarta, CNN Indonesia —

Juru Bicara Satgas COVID-19 , Wiku Adisasmito mengatakan ada tiga  vaksin   Covid-19 desain China yang akan dapat diakses di Indonesia.

Pemerintah saat ini melakukan kerja setara dengan Sinovac, Sinopharm, dan CanSino untuk mendapatkan akses vaksin Covid-19 di Indonesia.

Situasi tersebut dikatakan Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Wiku  Adisasmito di konferensi pers di Kantor Kepala, Selasa (25/8).


Saat ini ketiga perusahaan telah memasuki tahap uji klinis fase ketiga. Ketika memasuki uji klinis periode ketiga, vaksin akan diuji ke ribuan relawan untuk menentukan keampuhan vaksin melawan virus.

Fakta-fakta dari 3 vaksin buatan China yang mau tersedia di Indonesia.

1. Sinovac Biotech Ltd

Vaksin produk Sinovac berjenis inactivated. Secara kecil inactivated vaccine adalah vaksin menggunakan versi lemah atau inaktivasi dari virus untuk memancing respons imun.

Vaksin inactivated menggunakan   beberapa dosis dari masa ke waktu untuk mendapatkan imunitas berkelanjutan terhadap penyakit. Vaksin inactivated telah digunakan untuk penyakit Hepatitis A, Flu, Polio, dan Rabies.

Di Indonesia, Biofarma bekerja sama dengan Sinovac agar Biofarma bisa memproduksi vaksin yang bernama CoronaVac. Oleh karena itu, uji klinis fase III dikerjakan di Indonesia.

Buat pengujian klinis di Indonesia, Biofarma bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran   untuk merancang uji klinis vaksin Covid-19.

Vaksin pokok China ini rencananya akan disuntikkan kepada 1. 620 relawan dalam Kota Bandung. Uji klinis dimulai pada 14 Agustus lalu, vaksin ditargetkan akan mulai diproduksi dalam Januari-April 2021.

Vaksin buatan Sinovac saat ini serupa meluncurkan uji coba Fase III di Brasil. Perusahaan juga mendirikan fasilitas untuk memproduksi hingga 100 juta vaksin per tahun.

Tak hanya vaksin CoronaVac, Wiku juga mengatakan Sinovac telah berkomitmen ikut mengembangkan vaksin Abang Putih yang dikembangkan oleh LBM Eijkman.

2. China National Biotec Group (Sinopharm)

Sama dengan vaksin yang dikembangkan Sinovac, vaksin Sinopharm juga merupakan vaksin inactivated virus. Vaksin ini dikembangkan oleh Perusahaan China National Biotec Group (CNBG) Sinopharm.

Uji klinis fase III telah dilakukan di Uni Emirat Arab (UEA), Peru, Maroko, dan Argentina. Uji klinis membawabawa lima ribu orang.

Wiku mengatakan Sinopharm memilih UEA untuk uji klinis fase III karena di sana ada 85 kebangsaan. Sehingga bisa diharapkan mampu mewakili berbagai etnis bangsa di dunia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan vaksin ini bakal tersedia sebanyak 10 juta jumlah di Indonesia pada 2020. Ketersediaan vaksin ini melalui kesepakatan secara G42.

G42 adalah sebuah perusahaan di bidang teknologi kesehatan yang berbasis di Bubuk Dhabi, Uni Emirat Arab.

Tak hanya itu, pemerintah China dilaporkan telah memberikan vaksin Sinopharm dalam tahap eksperimen pada para petugas kesehatan dan pengawas perbatasan sejak Juli lalu.

3. CanSino

Vaksin ketiga yang kemungkinan bisa diakses di Indonesia adalah tiruan CanSino. Wiku mengatakan CanSino ialah perusahaan pertama penerima paten teknologi pembuatan vaksin Covid-19.

Dilansir dari NY Times , vaksin ini merupakan jenis Viral Vector yang dibuat dari protein virus Covid-19, dengan vektor virus Adenovirus yang telah dilemahkan dengan nama AD5.  

Vaksin ini menggunakan virus untuk mengirimkan gen virus Covid-19 ke dalam sel. Sel akan membuat protein viral dengan akan memancing respons imun, akan tetapi virus tak akan mampu mereplikasi diri.

Sama seperti Sinopharm, CanSino telah melakukan uji klinis III dalam Agustus 2020. CanSino saat itu tengah bernegosiasi dengan negara lain untuk uji coba lebih tinggi, termasuk di Indonesia.

Vaksin CanSino juga diberikan persetujuan untuk penggunaan vaksin eksperimental seolah-olah Sinopharm. Sebelumnya pada Juni, negeri China menyetujui penggunaan calon vaksin yang berbeda untuk tentara.

Vaksin yang dikembangkan berhubungan oleh Institut Bioteknologi Beijing, periode dari Akademi Ilmu Kedokteran Militer pemerintah China.

Kongsi vaksin CanSino Biologics itu diberi “persetujuan obat-obatan yang dibutuhkan secara khusus” oleh komisi militer sentral China pada Juni. Izin khusus berlaku selama satu tahun & hanya berlaku bagi tentara.

(jnp/eks)

[Gambas:Video CNN]