lampu-hijau-mudik-dan-halusinasi-terbebas-covid-1

Lampu Hijau Mudik dan Visi Terbebas Covid

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Pertalian Budi Karya Sumadi hangat saja menyatakan bakal meluluskan mudik lebaran 2021 . Pernyataan itu cacat menjadi sorotan lantaran pandemi virus corona ( Covid-19 ) di tanah cairan masih belum bisa dikendalikan.

Upaya Nusantara terbebas dari Covid-19 dinilai akan semakin jauh secara tak adanya larangan mudik. Lonjakan kasus positif diprediksi akan meningkat pasca pegangan.

Terbaru, Spesialis Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan permisi mudik masih belum final. Kementerian dan lembaga terpaut masih membahas itu lantaran libur panjang kerap membuat kasus positif virus corona baru meningkat tinggi.


Mudik lebaran, jika diizinkan oleh pemerintah, masih sangat berisiko. Berdasarkan data yang dihimpun Satgas Penanganan Covid-19 jumlah kejadian postif per Maret masih berjumlah ribuan per harinya.

Positivity rate harian juga masih melebihi batas aman yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia WHO. Batas aman positivity rate menurut WHO yaitu sebesar lima persen. Sedangkan, positivity rate harian di Nusantara per 15 Maret kemarin masih berada pada nilai 13, 47 persen.

Belum lagi, baru-baru ini Departemen Kesehatan ditemukan kasus pasti Covid-19 varian B117 serta temuan 48 kasus varian baru corona N439K di Indonesia.

Sampai saat ini pemerintah masih berupaya untuk menekan nilai kenaikan kasus positif serta laju penyebaran Covid-19. Negeri memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dari 9 hingga 22 Maret 2021.

Selain itu, proses vaksinasi juga masih berlanjut. Masa ini, proses vaksinasi sedang pada tahap dua yaitu penyuntikan diberikan kepada aparat layanan publik dan lansia.

Kementerian Kesehatan per Kamis (11/3) merekam sebanyak 3. 696. 059 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona di Indonesia. Total itu baru memenuhi 2, 03 persen dari target yang telah dibuat, yakni terhadap 188 juta warga.

Dengan gambaran situasi seperti sekarang, Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengaku khawatir kalau pemerintah benar-benar mengizinkan masyarakat untuk mudik lebaran tahun ini. Padahal, sebelumnya Satgas Penanganan Covid-19 menargetkan Nusantara terbebas pandemi  pada 17 Agustus.

Dia cemas bahan ada lonjakan yang lebih tinggi dari biasanya. Kalau berkaca pada tahun berantakan, saat lebaran di tahun pertama pandemi, terjadi lonjakan kasus positif Covid. Real saat itu, pemerintah menyingkirkan larangan mudik.

Berdasarkan data Satgas Covid, penambahan jumlah kasus membangun covid-19 baik secara harian maupun kumulatif mingguan naik 69-93 persen sejak libur Idul fitri 22-25 Mei 2020. Lonjakan kasus itu terlihat dalam rentang periode 10-14 hari kemudian.

Dicky menilai lonjakan kasus terjadi di lebaran tahun pertama pandemi sebab ada ketidaktegasan dari pemerintah.

“Sebelumnya enggak sejalan antara imbauan secara realisasi regulasi di lapangan. Banyak diskon pesawat, andong, hotel dan semuanya. Tersebut difasilitasi pemerintah. Jadi tidak konsisten antara ucapan dan perbuatan dan regulasi lantaran pemerintah. Jadi itu yang menyebabkan lonjakan kasus, ” ucap Dicky saat dihubungi, Selasa (16/3).

Dia meminta pemerintah agar lebih tegas dalam menekan laju penyebaran Covid-19 secara melarang mudik di tahun ini. Baik pemerintah induk mau pun daerah mesti bersinergi agar Idul fitri tidak menjadi momen peningkatan kasus positif dalam total signifikan.

Pentingnya mengeluarkan imbauan larangan mudik, menurut Dicky, juga karena vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah belum mampu mengurangi laju penyaluran Covid-19 secara optimal.

Dia juga menyarankan agar pemerintah secara rinci membuat kriteria dan syarat orang yang dapat mudik dan tidak. Orang dengan diperbolehkan mudik hanyalah itu yang dalam keadaan terdesak.

Syarat dengan harus diterapkan bagi mereka yang berada dalam suasana terdesak yaitu tidak memiliki gejala Covid-19, melakukan ulangan PCR atau antigen, serta sudah mendapatkan vaksin.

“Pemerintah membuat imbauan yang sifatnya melarang pegangan. Kecuali dibuat kriteria mudik itu karena orang tua sakit dan semacamnya, ” ujarnya.

Selain itu dia juga merekomendasikan orang yang diperbolehkan mudik menggunakan instrumen pribadi dan menerapkan protokol kesehatan. Angkutan umum antarkota antarprovinsi dinilai rentan berlaku penularan.

“Selalu menggunakan masker dengan baik dan benar. Ketika pada tempat umum apalagi menjalankan kendaraan umum. Lebih jalan saya sarankan menggunakan mobil pribadi, ” ucapnya.

Dicky juga mengajukan pemerintah membuat aplikasi ataupun layanan perjalanan yang terintegrasi langsung dengan setiap puskesmas agar mudah melakukan deteksi penyebaran Covid-19.

“Misalnya pelaporan dari mulai berangkat ke puskesmasnya, oleh sebab itu lapor secara online maka terdeteksi siapa pergi ke mana sudah divaksin belum, ada di situ datanya, ” ucap Dicky.

(yla/bmw)

[Gambas:Video CNN]