Kemendagri: 260 Bapaslon Pilkada Langgar Adat Kesehatan

Kemendagri: 260 Bapaslon Pilkada Langgar Adat Kesehatan

Jakarta, CNN Nusantara —

Kementerian pada Negeri ( Kemendagri ) mencatat setidaknya 260 bakal pasangan calon (bapaslon) dalam Pilkada serentak 2020   telah melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 saat proses pendaftaran kurang waktu lalu.

“Berlandas pada data kejadian pendaftaran kemarin, dari sekitar 650 bapaslon yang mendaftar kita monitor sekitar 260 bapaslon yang melanggar, ” kata pendahuluan Staf Khusus Mendagri, Kastorius Sinaga dalam keterangannya, Selasa (9/9).

Namun, Kastorius  tak merinci nama-nama bapaslon  yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 saat tahap pendaftaran.



Kendati demikian, kata Kastorius, jumlah tersebut masih kurang sejak setengah total bapaslon yang mencatat. Menurutnya, sebagian besar bapaslon dianggap masih cukup taat menjalankan aturan kesehatan Covid-19.

Kastorius mengklaim Kemendagri serius dalam menerapkan pencegahan penyebaran Covid-19 dalam Pilkada serentak 2020. Ia menyebut bakal menggunakan semua instrumen hukum supaya protokol kesehatan Covid-19 dipatuhi kaya diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

“Jangan sebaliknya, karena abai terhadap protokol, lalu Pilkada menjadi klaster pertama penularan. Keadaan seperti ini tidak kita inginkan, ” ujarnya.

Memotret: CNN Indonesia/Fajrian
Infografis Pendekar PDIP yang Tersisa di Pilkada Tanah Minang

Sebelumnya, Menteri Dalam Daerah Tito Karnavian sempat melempar dialog akan menunda pelantikan selama enam bulan hingga menyekolahkan calon kepala daerah jika melanggar protokol kesehatan.

Aturan itu diberlakukan kepada pasangan calon pemenang dengan tiga kali melanggar protokol kesehatan selama tahapan Pilkada serentak 2020.

Mantan Kapolri tersebut menegaskan bahwa kebijakan penundaan pengukuhan dan menyekolahkan pemenang pilkada mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tarikh 2014 tentang Pemerintah Daerah terkait sanksi kepala daerah.

Pilkada Serentak 2020 akan pasti digelar pada 9 Desember mendatang. Pelaksanaan mundur dari jadwal awal yakni 23 September 2020 kelanjutan pandemi Covid-19. Saat ini tingkatan pilkada telah sampai pada proses pendaftaran pasangan calon dan tes kesehatan.

Pada hari pertama pendaftaran, sejumlah pasangan dalam daerah beramai-ramai melakukan konvoi. Tidak sedikit dari mereka yang serupa menghadirkan kerumunan.

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka juga terlihat menimbulkan kerumunan saat mendaftar ke KPU Kota Solo Menantu Jokowi, Bobby Nasution, yang menjelma bakal calon Wali Kota Medan juga memunculkan kerumunan saat pendaftaran.

Di sisi lain, kasus positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data 8 September 2020, kasus positif Covid-19 mencapai 200. 035 orang. Jumlah kasus positif diprediksi akan tetap naik hingga pelaksanaan pilkada nanti.

Sejumlah epidemiolog telah mengingatkan bahwa pelaksanaan Pilkada serentak 2020 berpotensi besar menciptakan lonjakan kasus Covid-19.

(thr/fra)

[Gambas:Video CNN]