kai-belum-batasi-perjalanan-ka-hingga-30-april-1

KAI Belum Batasi Perjalanan KA Hingga 30 April

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

PT KAI   (Persero) menyatakan belum melakukan pembatasan perjalanan  kereta api buat mengantisipasi masyarakat yang berencana  mudik   lebaran lebih awal pada April ini.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengungkapkan saat itu hingga 30 April, KAI beroperasi normal dan penjualan tiket masih dilakukan tenggat tanggal perjalanan akhir bulan ini.

“Belum ada (langkah antisipasi), semua masih berjalan normal. Pemasaran tiket baru kami layani sampai dengan tanggal 30 April, ” jelasnya, melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia. com , Jumat (9/4).


Tatkala, untuk perjalanan jelang Lebaran, yakni mulai Mei hingga selesai Lebaran, Joni mengaku masih dalam pembahasan. “Untuk perjalanan Mei masih di dalam pembahasan, ” tegasnya.

Seperti diumumkan negeri pada Kamis (8/4), masyarakat dilarang mudik Lebaran tarikh ini demi menekan penyebaran covid-19. Periode mudik dengan dimaksudkan dimulai pada enam hingga 17 Mei 2021.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri menuturkan ada pengecualian bagi beberapa penumpang, sehingga mereka masih diperbolehkan melakukan perjalanan KA mengiringi kota.

“Untuk yang dikecualikan itu, buat yang perjalanan dinas, untuk yang duka, dan buat keluarga yang sakit, tersebut pun seizin Dirjen Perkeretaapian, ” ujarnya dalam konferensi pers Sosialisasi Regulasi Kekangan Mudik 2021, Kamis (8/4).

Selain itu, dalam 1 paparannya, pengecualian larangan layanan KA selama mudik pula berlaku untuk angkutan bahan dengan ketentuan tidak tersedia pengurangan subjek dan pembatasan suplai.

Semrawut, pengecualian juga berlaku bagi KA perkotaan untuk angkutan penumpang dalam wilayah aglomerasi. Meliputi, Jabodetabek termasuk Cikarang, Rangkas, Bandung Raya (mencakup Bandung, Padalarang, dan Cicalengka).

Lalu, Yogyakarta Raya (mencakup Yogyakarta, Kutoarjo, dan Solo), dan Surabaya (mencakup Surabaya, Lamongan, Sidoarjo, Banil, Pasuruan, Mojokerto, dan Gresik). Namun, pihaknya tentu akan membatasi jumlah penumpang melalui sistem tiket.

“Kalau untuk pikulan perkotaan tetap berjalan, akan tetapi akan pembatasan frekuensi dan pembatasan jam operasional, ” tuturnya.

Ia mengatakan bakal memberikan sanksi bagi bagian yang melanggar larangan tersebut. Sanksi tersebut berupa sanksi administratif sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Di hal ini, ia membuktikan akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan perlindungan, meliputi Balai Teknik Perkeretaapian, Satgas Penanganan Covid-19, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

“Untuk hukuman, kami lakukan sesuai secara ketentuan yang berlaku, ” tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(wel/bir)