Indra Yordania Buka Suara soal Cekcok dengan Pangeran Hamzah

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Raja  Yordania Abdullah menyatakan upaya penghasutan telah ditangani setelah terlibat kontroversi dengan adik tirinya, Pangeran Hamzah bin Hussein, yang merupakan mantan pewaris kedudukan kerajaan tersebut.

Dalam pernyataan perdana semenjak drama perselisihannya dengan Hamzah terkuak, Raja Abdullah mengucapkan krisis yang mengguncang kemantapan kerajaan “adalah yang menyesatkan menyakitkan” karena terjadi di dalam keluarga kerajaan dan pihak luar.

“Tidak ada yang mendekati apa yang saya rasakan-kaget, kecil, dan marah-sebagai saudara dan wali keluarga Hashemite & pemimpin masyarakat terkasih ini, ” kata Raja Abdullah melalui surat yang dirilis kantor berita negara & dibacakan di stasiun televisi nasional pada Rabu (7/4).


Raja Abdullah mengatakan Yordania sekarang sudah stabil dan aman.

“Hamzah hari ini beriringan keluarganya di istana dalam bawah asuhan saya, ” kata Raja Abdullah seperti dikutip Reuters .

Pemerintah Yordania bahkan telah mengeluarkan larangan bagi semua jalan dan netizen mempublikasikan konten terkait perselisihan keluarga kerajaan itu.

Tengku Hamzah sempat ditangkap & menjadi tahanan rumah dalam Sabtu akhir pekan lalu karena alasan keamanan dan stabilitas di Yordania.

Negeri Yordania mengklaim Pangeran Hamzah berhubungan dengan pihak langka untuk mengguncang negara itu. Amman mengklaim telah menyidik Pangeran Hamzah selama kurang waktu terakhir.

Namun Hamzah sendiri menyanggah melakukan konspirasi.

Pangeran Hamzah akhirnya berkomitmen setia kepada Raja Abdullah pada awal pekan itu setelah dimediasi keluarga negeri.

Pangeran Hamzah merupakan putra tertua mendiang Raja Hussein dan Istri raja Noor. Setelah ayahnya wafat, Yordania dipimpin saudara tirinya yakni Raja Abdullah.

Hamzah kehilangan gelar putra mahkota setelah dicabut oleh Abdullah pada 2004. Dia menduga para pemimpin Yordania korupsi dan tidak mampu menjalankan pemerintahan sehingga menyebabkan kehancuran.

Hamzah, yang sempat ditahan bersama 16 orang lainnya pada akhir pekan lalu, memang tahu melontarkan narasi menantang negeri.

Dia mengaku ditempatkan di tahanan vila di Istana di Amman. Hamzah diminta militer tak keluar rumah dan tak berkomunikasi dengan orang asing.

Hamzah bahkan menegaskan tidak akan mengindahkan perintah itu.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]