dua Hari Lagi Pemerintah Putuskan Daerah Prioritas Vaksin Covid

dua Hari Lagi Pemerintah Putuskan Daerah Prioritas Vaksin Covid

Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Badan Usaha Milik Negeri ( BUMN ) Erick Thohir   menyatakan pemerintah akan memutuskan wilayah yang menjadi prioritas vaksinasi   virus corona dua hari kelak. Erick yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua IV dan Pemimpin Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) itu menuturkan keputusan itu akan didiskusikan bersama dengan pemerintah daerah (pemda).

“Tentu yang medium kami tunggu, keputusan ini rencananya 1-2 hari ke depan, selalu ada pertemuan dengan gubernur serta walikota untuk pastikan salah satunya apakah kami akan prioritaskan zona merah dulu yang jelas terang tingkat kematian dan penularan luhur, bisa saja kami prioritaskan daerah merah dulu, ” ujarnya di webinar bertajuk Persiapan Infrastruktur Bahan Vaksinasi Covid-19, Selasa (24/11).

Jika berdasarkan usia, Erick menuturkan pemerintah tetap akan memprioritaskan pemberian vaksin kepada penduduk piawai 18-59 tahun. Pertimbangannya, vaksin Sinovac yang akan digunakan pada vaksinasi tahap awal ini diujicobakan pada penduduk rentang usia 18-59 tarikh. Namun, ke depan kebijakan tersebut akan berubah sesuai dengan kelanjutan penggunaan vaksin.



“Nanti Departemen Kesehatan tentu kan tidak mulia macam vaksin, tidak Sinovac sekadar, bisa saja ada tambahan 1-2 vaksin lagi jadi jumlahnya 3. Ketika bicara merek beda misalnya X dan Y di sungguh Sinovac, tentu nanti usia sensitif bisa saja di atas 59 tahun, Sinovac dengan pengembangan nanti bisa di atas 18-59 tarikh, ” tuturnya.

Ia mengungkapkan berdasarkan sejumlah riset final sebanyak 66 persen responden mengiakan sangat ingin disuntik vaksin virus corona. Sedangkan, sisanya mengaku tidak ingin mendapatkan vaksin covid-19.

“Ada 16 persen yang tidak mau vaksin tentu serupa kami tidak paksakan yang 16 persen, tidak mau divaksin, tak tahu alasannya apa. Karena kalau halal haram itu kami sampaikan pasti otoritas tertinggi MUI dengan akan tentukan halal dan suci, dan sejak awal MUI berperan, ” tuturnya.

Sebelumnya, PT Bio Farma (Persero) menyebut kandidat vaksin virus corona yang bakal digunakan pemerintah pada pekan ketiga Desember mendatang adalah vaksin impor yang dikembangkan perusahaan biofarmasi China, Sinovac.  

[Gambas:Video CNN]

Namun, vaksin Sinovac ini kudu sudah terbukti aman serta memperoleh lampu hijau Emergency Use Authorization (EUA) yang dikeluarkan oleh Awak Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia.

“Yang Desember nanti akan menggunakan impor vaksin jadi dari Sinovac. Tapi tersebut nanti juga akan di-approved zaman oleh BPOM, ” kata Honesti saat dihubungi CNNIndonesia. com .

(ulf/agt)