Doni Monardo Minta Maaf soal Pembagian Masker di Petamburan

Jakarta, CNN Indonesia —

Ketua Badan Nasional Penanggulangan Kesengsaraan ( BNPB )  Doni Monardo memberikan permohonan maaf atas pembagian masker dan hand sanitizer dalam kegiatan yang digelar Imam Besar Depan Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab , di Petamburan, Jakarta.

Doni menegaskan bahwa pembagian kedok dan hand sanitizer tersebut bukan bentuk dukungan atas gelaran kegiatan tersebut.

“Sekali lagi mohon maaf asalkan langkah-langkah yang telah dilakukan itu mungkin banyak pihak yang invalid senang, ” ucap Doni meniti keterangan tertulis, Senin (16/11).


Ketua Satgas Covid-19 tersebut menjelaskan, pemberian masker merupakan bagian terakhir yang dapat dilakukan setelah kegiatan di Petamburan tak mampu dicegah.

Pemerintah diklaim Doni telah mengimbau melalui pemerintah daerah agar melarang berbagai pekerjaan yang menimbulkan kerumunan demi menyekat covid-19.

“Pemberian kedok ini bukanlah bagian dari upaya mendukung acara. Dari awal kami selalu berkoordinasi dengan Pemerintah DKI Jakarta, baik kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta maupun Gubernur DKI Jakarta, serta para pejabat dinas-dinas terkait di DKI Jakarta, ” tuturnya.

Langkah pemberian masker itu dinilai Doni menjadi perlindungan bagi masyarakat agar tidak terpapar covid-19.

Adapun, Doni meminta kepada seluruh pihak agar tidak mengimplementasikan kegiatan yang menimbulkan kerumunan sebab berpotensi menimbulkan penularan virus covid-19.

“Sekali lagi kepada semua pihak, terutama kepada tokoh-tokoh yang masih memiliki keinginan untuk menyelenggarakan acara-acara yang menciptakan kelompok, tolong ini ditunda dulu sampai kondisi pandemi ini bisa kita kendalikan, ” pungkas Doni.

Sebelumnya, Rizieq melaksanakan perhelatan akad pernikahan putrinya sekaligus perjamuan Maulid Nabi pada Sabtu (14/11) lalu. Dalam acara itu hidup kerumunan dari ribuan orang serta tidak melakukan protokol kesehatan.

Kritikan muncul ketika BNPB kemudian datang untuk membagikan kedok dan hand sanitizer bagi para-para warga yang datang ke rencana tersebut.

Sikap BNPB ini dinilai tak tegas dengan imbauan patuh protokol kesehatan yang selama ini digaungkan pemerintah.

Belakangan Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin menyuarakan bahwa Rizieq telah didenda Rp50 juta atas kondisi itu. Denda tersebut diklaim langsung dibayar lunas oleh Rizieq.

(psp)

[Gambas:Video CNN]