Cerita Dokter Relawan Hadapi Pasien Covid-19 Bergejala Berat

Cerita Dokter Relawan Hadapi Pasien Covid-19 Bergejala Berat

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Bertugas langsung di lapangan untuk merawat pasien positif Covid-19 membawa tantangan yang tidak kecil bagi para relawan tenaga kesehatan, khususnya dokter.

Relawan dokter di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Aulia Giffarinnisa menceritakan banyak dinamika yang dihadapi para petugas kesehatan yang langsung menangani pasien di lapangan. Apalagi, Aulia bertugas untuk menangani pasien yang masuk kategori bergejala berat.

“Agak tertekan ketika menghadapi pasien yang ngeyel karena tidak nyaman dalam perawatan. Kadang mereka sering melepas selang oksigen padahal mereka sangat perlu hanya mereka merasa tidak nyaman,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laman resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional atau #SatgasCovid19 pada Minggu (6/12).


Jika menemukan pasien-pasien seperti itu, Aulia mengaku akan melakukan pendekatan secara psikologis. Dia berusaha memahami bahwa para pasien merasa tertekan karena tidak ditemani oleh keluarga.

“Mereka hanya didampingi dokter dan tenaga kesehatan. Salah satu pengalaman tidak terlupakan menyaksikan bagaimana proses pasien yang satu bulan dirawat dengan gejala parah sekali hingga akhirnya bisa sembuh dan dinyatakan negatif dan diijinkan pulang,” ujarnya.

Aulia sendiri mulai menjadi dokter relawan Covid-19 sejak September 2020. Selama bertugas, banyak suka duka yang dihadapinya. Apalagi pada September lalu, tempat tidur di komplek Wisma Atlet hampir penuh.

“Awalnya takut, namun akhirnya cepat beradaptasi. Sistem kerja shift 8 jam namun karena memakai APD maka harus bersiap satu jam sebelumnya. Selama bertugas juga tidak boleh membuka APD jadi tidak boleh buang air dan terpaksa puasa,” ceritanya.

Meski termasuk dokter muda dan datang dari daerah, Farin merasa aman dan nyaman selama melayani pasien. Dia juga tidak merasa berjarak dengan tenaga medis dan kesehatan lainnya. “Di sini semuanya satu misi untuk menangani Covid-19 jadi semuanya disiplin. Beda dengan di luar, masih ada yang cuek dengan protokol kesehatan,” tuturnya.

Kepada masyarakat luas, Aulia juga berpesan agar jangan menunggu dan berpikir lama untuk berkontribusi mulai dari hari yang paling kecil dan mudah dilakukan.

“Kontribusi minimal yang dapat dilakukan adalah mencegah penularan dari diri sendiri dan orang di sekitar. Laksanakan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun,” tegasnya.

(ang/rea)