benarkah-konsumsi-asam-folat-bantu-cegah-preeklamsia-1

Benarkah Konsumsi Asam Folat Tunjang Cegah Preeklamsia?

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Preeklamsia masih menjadi ‘hantu’ yang merisaukan bagi ibu hamil. Jika tak ditangani dengan langsung, preeklamsia bisa berujung berat.

Preeklamsia merupakan kondisi peningkatan tekanan darah disertai dengan adanya zat putih telur dalam urine. Kondisi tersebut umumnya terjadi setelahh usia kehamilan di atas 20 minggu. Tekanan darah mulia menjadi salah satu petunjuk khas preeklamsia.

Preeklamsia juga dapat menguasai sistem organ tubuh, berangkat dari liver, penglihatan, sakit perut, muntah-muntah, hingga provokasi pada paru.


Preeklamsia sebenarnya bisa dicegah dengan mengenal faktor risiko. Seorang perempuan disarankan mempersiapkan diri secara matang sebelum berisi, salah satunya dengan menggunakan makanan bergizi, terutama dengan mengandung asam folat.

Anggota Himpunan Kedokteran Fetomaternal Surabaya, Nareswari I Cininta menyarankan perempuan mengonsumsi asam folat sebelum berisi. Cara ini bisa membangun menurunkan risiko terjadi preeklamsia.

“Saya tunggal merekomendasikan asam folat diberikan saat hamil atau berisi pertama. Tapi, ada utama studi meta analisis dengan mengatakan bahwa asam folat yang diberikan saat hamil tidak terlalu memberikan efek signifikan, ” jelas tabib yang akrab disapa Ninta itu, dalam Media Edukasi Mengenai Preeklamsia pada Ibu Hamil, beberapa waktu semrawut.

Sebuah menuntut di Kanada juga menjumpai, konsumsi asam folat ukuran tinggi atau sebanyak 4 miligram per hari dapat menurunkan risiko preeklamsia tenggat dua kali lipat.

Pemberian asam folat memang direkomendasikan selama kehamilan. Asam folat memberikan manfaatnya untuk perkembangan janin.

Ahli ginekologi lain, Manggala Pasca Wardhana serupa setuju bahwa konsumsi asam folat baik untuk kehamilan dan kondisi janin.

“Asam folat adalah salah satu vitamin dengan kadarnya tidak cukup di dalam tubuh ibu berisi, sehingga direkomendasikan untuk dikasih dalam bentuk vitamin, ” kata Manggala.

Kendati demikian, tak semua negara mempraktikkan hal itu. Studi yang membuktikan efektivitas asam folat untuk menghalangi preeklamsia juga masih terbilang sedikit.

“Belum jadi rekomendasi apakah asam folat ini bisa mencegah preeklamsia atau tidak, sebab cuma ada satu ataupun dua penelitian, ” jelas Manggala.

KLIK DI SINI UNTUK ARTIKEL SELENGKAPNYA.

(asr)

[Gambas:Video CNN]