Aliran Merger Landa Perbankan Spanyol dalam Tengah Corona

Aliran Merger Landa Perbankan Spanyol dalam Tengah Corona

Jakarta, CNN Indonesia —

Gelombang merger melanda sektor  perbankan   Spanyol di tengah pandemi virus corona. Wabah  itu menjerumuskan Swiss ke ngarai resesi ekonomi dan menekan suku bunga perbankan.  

Selain itu, keputusan merger perbankan juga dipengaruhi oleh meningkatnya persaingan dari perusahaan rintisan teknologi keuangan (fintech).

CaixaBank, bank terbesar ketiga Spanyol, dan Bankia, bank terbesar keempat, September cerai-berai menyetujui merger yang akan berdampak pada pemberian pinjaman domestik terbesar negara dengan aset sekitar €664 miliar (US$ 788 miliar).



Sementara BBVA, bank terbesar kedua di Swiss, Senin lalu mencanangkan bahwa pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan Banco Sabadell, bank terbesar kelima di Spanyol, mengenai jalan kerja sama.

Kalau sukses, kerja sama itu hendak menciptakan bank domestik terbesar ke-2 di Spanyol, jauh di aliran Santander yang akan tetap menjadi bank terbesar negara dari sisi total aset karena kehadiran uang internasionalnya yang besar.

Ada pula pemberi pinjaman posisi menengah seperti Liberbank dan Unicaja yang mengkonfirmasi pembicaraan merger pada Oktober 2020.

Xavier Vives, dari IESE Business School Barcelona, mengatakan tren ini bukanlah hal baru di Spanyol. Hal serupa pernah terjadi di mana lusinan bank menghilang dalam aliran merger usai krisis keuangan 2008, atau ketika Madrid menerima bailout Uni Eropa sebesar €41, 3 miliar untuk sektor perbankan dengan sakit.

“Operasi baru ini defensif untuk menghindari masalah di masa pendahuluan, ” kata Vives seperti dikutip AFP , Minggu (22/11).

Namun, bertentangan dengan krisis sebelumnya, ketika sponsor pinjaman menghadapi masalah solvabilitas. Saat ini, masalahnya adalah kurangnya profitabilitas.

“Suku bunga rendah, kurva imbal hasil sangat datar, serta dengan pandemi Covid, revisi suku bunga ditunda. Dalam keadaan serupa ini, bisnis perbankan tidak sungguh-sungguh menguntungkan, ” imbuhnya.

Pada saat yang sama, bank juga menghadapi persaingan sengit daripada perusahaan rintisan fintech yang jalan secara online dan memiliki bea operasional yang jauh lebih lembut daripada bank tradisional.

“Pastinya, dengan suku bunga negatif sangat sulit mendapatkan uang. Tapi masalah besar untuk bank adalah tidak mungkin memetik untung dengan model berbasis bank yang memiliki cabang, terutama kalau pesaingnya fintech  dan operator anyar, ” kata Ricardo Zion, pakar bank dari EAE Business School.

Zion menganalogikan persaingan tersebut ibarat maskapai penerbangan tradisional dengan armada dan pilot sendiri yang berpenghasilan €400 ribu setahun, melawan maskapai penerbangan bertarif rendah yang menggunakan pesawat sewaan serta pilot yang berpenghasilan €60 seperseribu.

Oleh karena itu, merger menjadi relevan. Pasalnya, masa bank meningkatkan provisi mereka buat menghadapi kenaikan kredit macet, operasi merger ini memperkuat solvabilitas itu.

“Berbeda dengan gawat yang lalu, ketika bank problematis, sekarang mereka harus menjadi periode dari solusi, ” tambahnya.

Pekerja Kacau

Kendati  demikian, konsolidasi perbankan yang akan mengarah dalam penutupan cabang-cabang dan PHK, telah meningkatkan kewaspadaan serikat pekerja.

Pepe Alvarez, pemimpin konsorsium UGT yang merupakan serikat terbesar kedua di Spanyol, mengaku khawatir tentang besarnya PHK yang dapat terjadi.

“Lembaga keuangan harus menyadari upaya yang dikerjakan oleh negara ini untuk memproduksi mereka bertahan selama krisis belakang dan mereka tidak dapat menggubris budi dengan lebih banyak pelepasan, ” ujarnya dalam sebuah ramah dengan radio publik Spanyol.

Apalagi, menurut CCOO, serikat pekerja terbesar Spanyol, antara 2008 dan akhir 2019 perbankan Spanyol memangkas hampir 100 ribu order, atau sekitar 37 persen lantaran angkatan kerja mereka.

[Gambas:Video CNN]

Rencana PHK sendiri sebelumnya telah diumumkan, salah satunya oleh Santander yang berniat memangkas 4. 000 pekerjaan. Ada pula Sabadell dengan dikabarkan akan melakukan PHK 1. 800 karyawan, sementara merger antara CaixaBank dan Bankia dilaporkan bakal menyebabkan hilangnya 8. 000 order.

Sementara itu, gerombolan konsumen khawatir peningkatan konsentrasi di sektor ini akan mengarah pada oligopoli yang akan merugikan pelanggan, dengan hanya selusin bank yang tersisa di negara itu. Sebagai pembanding, terdapat lebih dari 70 bank di Swiss pada satu dekade lalu.

Namun demikian, para pengamat mengatakan itu seharusnya tidak menjadi masalah bila ada tiga atau empat bank besar dan persaingan yang memadai dari aktor digital baru.

(hrf/sfr)