4 Cara Meningkatkan Konsumsi Pangan Lokal

4 Cara Meningkatkan Konsumsi Pangan Lokal

Jakarta, CNN Indonesia —

Hari Pangan Sedunia (World Food Day) yang lepas hari ini, Jumat (16/10), semakin mengingatkan orang akan pentingnya penggunaan pangan lokal.

Brigita Sidharta, Direktur Nasional International Association of Student in Agricultural and Related Sciences (IAAS) Indonesia, mengatakan bahwa seseorang seharusnya melibatkan pangan lokal sebagai konsumsi harian. Dengan itu, otomatis pertanian maju dan petani sejahtera.

“Kita serupa memberikan petani kesempatan untuk [mengembangkan potensi lahannya termasuk dengan] polikultur. Metode itu memanfaatkan lahan yang sama dengan masa tanam selang-seling, jadi tak melulu beras, jagung tapi mampu tanaman lain, ” ujar Brigita dalam webinar Hari Pangan Sedunia, Jumat (16/10).


Di desa, perolehan bertabur lokal mungkin tidak akan sesulit di kota besar. Namun, Anda masih bisa menggalakkan konsumsi bertabur lokal dengan cara-cara berikut.

1. Manfaatkan teknologi

Pandemi membuat orang berat ke pasar-pasar tradisional untuk menerima bahan pangan. Padahal, pasar tradisional jadi tempat penjualan bahan bertabur lokal yang diperoleh dari distributor maupun petani. Namun, kondisi pandemi membuat aktivitas belanja di rekan jadi cukup mengkhawatirkan.

Project Manager Peduli Pangan, Dede Rina mengatakan, kini banyak praktik atau penyedia pangan lokal, utamanya sayuran. Dia menyarankan untuk menggunakan layanan tersebut dan memastikan kalau penyedia sayur memang bekerja persis dengan petani.

dua. Pertanian urban

Siapa bilang tinggal di kota berarakan tidak bisa bercocok tanam? Pada lahan yang terbatas, Anda mampu melakukan pertanian urban ( urban farming ). Jenisnya pun beragam seperti vertikultur, hidroponik, kebun komunitas bersama warga satu RT atau RW, atau ukuran besar dengan rumah kaca ( green house ).

Dengan menanam tanaman sumber pangan sesuai sayuran dan buah, Anda tak hanya menggalakkan konsumsi pangan lokal, tetapi juga menyediakan bahan pangan di rumah secara mandiri. Apalagi kini bibir sayur dan buah tak sulit diperoleh.

3. Sistem kurir pasar

Private Chef Rayhan Dira mengungkapkan, pandemi membuat pasar tradisional jadi kurang diminati. Namun, pasar-pasar ini kadang membuat pasar-pasar mungil atau turunan dari pasar tradisional yang besar.

“Saya menemukan sayur keliling jadi pakar sayur sudah mendapatkan pembagian nomor rumah. Jadi tiap rumah nikah bisa menitipkan kebutuhan sayurnya misal, mau masak sop, ya, letak titip sama kurir pasarnya, ” katanya.

4. Menambah ragam olahan

Sumber karbohidrat tidak cuma berasal dari beras. Baiknya Kamu mencoba bahan pangan lain untuk menambah ragam olahan. Beras bisa diganti dengan ubi-ubian, jagung, tepung, bahkan sorgum. Sorgum kini berangkat dilupakan, padahal punya potensi jalan dari segi nutrisi maupun ekonomi.

Dibanding beras, sorgum jauh lebih unggul dalam hal gizi seperti protein, kalsium, maujud besi, fosfor, dan vitamin B1. Namun, cara pengolahannya pun lulus berbeda karena butiran biji yang lebih keras daripada beras. Biasanya sorgum terlebih dahulu direndam semasa beberapa jam sebelum dimasak laksana Anda menanak nasi.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]